.
.
Kolose 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia

ALKITAB ONLINE

Diposting oleh toi Sabtu, 31 Mei 2014 0 komentar

KKR

Diposting oleh toi Jumat, 30 Mei 2014 1 komentar

hari ini tanggal 30 Mei 2014 sampai dengan tanggal 08 Juni 2014, saya akan mengikuti KKR di GBI Eliezar Serang .
18.00 s.d selesai

tutorial blogger Indonesia

LAPAK INFO

Diposting oleh toi Kamis, 29 Mei 2014 0 komentar

KASKUS.CO.ID

Diposting oleh toi Jumat, 23 Mei 2014 0 komentar

DETIK.COM

Diposting oleh toi Rabu, 21 Mei 2014 0 komentar

VIVA.CO.ID

Diposting oleh toi Minggu, 18 Mei 2014 0 komentar

KOMPAS.COM

Diposting oleh toi Jumat, 16 Mei 2014 1 komentar

GOD’S SPOT

Diposting oleh toi 0 komentar


By : DR. JAKOEP EZRA

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah.” I Korintus 6 : 19


DIMANA TUHAN DI TUBUH KITA ?
Tepatnya dimanakah Tuhan menempatkan diriNya di anggota tubuh kita ? Jawabannya adalah di ‘pikiran imajinatif’ kita, di “fungsi otak kanan” kita, disitulah Tuhan bersemayam.
Mari kita eksplorasi beberapa Firman Tuhan ini.
Aku akan menaruh hukumKu dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati.” Ibrani 8:10.
Akal budi dalam bahasa Yunani adalah ‘DIANOIA’ yang artinya ‘PIKIRAN IMAJINATIF’ atau ‘ Fungsi otak kanan’ kita. Para peneliti otak manusia, melalui FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging) telah mengadakan eksperimen. Seseorang ketika berdoa dengan khusuk, dan di bagian kepalanya sambil dipasang peralatan FMRI, maka akan nampak di layar monitor, bagian otak sebelah kanannya bersinar merah. Hal ini sebagai tanda bahwa ada aktifitas gelombanag Alfa (13,9 – 8Hz) hingga gelombang Teta (7,9 – 4 Hz). Hal ini membuktikan bahwa memang area Tuhan ada di bagian otak kanan kita. Dimana imajinasi kita menjadi area dimensi 4 (dimensi Roh) bekerja.
Mari kita melihat Firman Tuhan dalam Ibrani 10 :16 kembali: “Aku akan menaruh hukumKu di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka.”
Sekali lagi kitab Ibrani menekankan, memperjelas hingga kedua kalinya, bahwa Tuhan berkomunikasi dengan kita melalui ‘ akal budi’ atau ‘alam imajinasi’ kita.

BERIMAJINASI ROH JAHAT
Kalau kita tidak menggunakan imajinasi kita untuk Tuhan, maka roh jahat akan memanfaatkan imajinasi kita lebih banyak daripada imajinasi mengenai kebenaran Tuhan. Contoh : kita lebih mudah membayangkan tuyul yang kecil, pocong, dracula dan wujud setan-setan yang lain dimana di bioskop-bioskop bahkan stasiun televisi selalu saja ada penayangkan film-film setan. Mengapa? Karena pada dasarnya setan ingin mempromosikan dirinya, bahwa dia memang ada dan nyata.
Firman Tuhan mengajar kita agar : “ Memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”Filipi 4:8.



BERIMAJINASI DUNIAWI
Membayangkan jadi kaya, sukses, terkenal, menjadikan perasaan kita senang, bangga dan termotivasi. Bahkan membayangkan percabulan dan perzinahan membuat kita terangsang dan naik hawa nafsu dalam diri kita.
Rasul Paulus pernah menegur jemaat Tuhan di Galatia dengan teguran yang sangat keras. “Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapa yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?” Galatia 3:1.
Jemaat Galatia adalah jemaat yang sudah percaya Tuhan tetapi salah dalam menggunakan imajinasi mereka, lebih untuk hal-hal duniawi.
Yesus juga pernah mengur keras penyalahgunaan imajinasi yang berakibat dosa. Tetapi Aku berkata kepadamu:” Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” Matius 5:28.
Menginginkan dengan hati adalah bentuk pelampiasan hawa nafsu melalui imajinasi kita. Karena itu imajinasi kita adalah sebuah dunia maya dalam diri kita. Yesus memperingati kita bahwa hukum dosa berlaku pada imajinasi kita yang seharusnya menjadi ‘tempat atau area Allah bersemayam”.
Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis : Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” I Petrus 1 :13-16.
Rasul Petrus mengingatkan agar kita mempersiapkan, menggunakan akal budia atau pikiran imajinatif kita untuk bisa menerima ‘pernyataan Ilahi’, ‘mukjizat’, ‘ iman’ dan ‘karunia Roh Kudus.’
Kekudusan menjadi syarat mutlak bagi pikiran imajinatif kita. Karena disitulah Allah meletakkan DiriNya.
Imanuel, Allah beserta kita.
Sekarang kita tahu dimana ‘meeting point’ kita dengan Tuhan, yaitu di alam imajinasi kita yang sudah dikuduskan oleh Darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani (alam imajinasi) kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” Ibrani 9:14.
Mari kita antusias, mempraktekkan doa dan saat teduh kita dengan aktivasi imajinasi kita yang sudah dikuduskan oleh Darah Kristus. “Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati (alam imajinasi) yang tulus iklas dan keyakinan iman yang teguh,oleh karena hati (alam imajinasi ) kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.”
Temui Tuhan setiap saat, karena sekarang kita sudah tahu dimana Tuhan berada. Di dalam kita sendiri, pada imajinasi kita.
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan FirmanKu tinggl di dalam (imajinasi) kami, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” Yohanes 15 : 7