By :
DR. JAKOEP EZRA
“Atau tidak
tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam
kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah.” I Korintus 6 : 19
DIMANA TUHAN DI TUBUH
KITA ?
Tepatnya
dimanakah Tuhan menempatkan diriNya di anggota tubuh kita ?
Jawabannya adalah di ‘pikiran imajinatif’ kita, di “fungsi otak
kanan” kita, disitulah Tuhan bersemayam.
Mari kita eksplorasi
beberapa Firman Tuhan ini.
“ Aku akan menaruh
hukumKu dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati.”
Ibrani 8:10.
Akal budi dalam bahasa
Yunani adalah ‘DIANOIA’ yang artinya ‘PIKIRAN
IMAJINATIF’ atau ‘ Fungsi otak kanan’ kita. Para
peneliti otak manusia, melalui FMRI (Functional Magnetic Resonance
Imaging) telah mengadakan eksperimen. Seseorang ketika berdoa dengan
khusuk, dan di bagian kepalanya sambil dipasang peralatan FMRI, maka
akan nampak di layar monitor, bagian otak sebelah kanannya bersinar
merah. Hal ini sebagai tanda bahwa ada aktifitas gelombanag Alfa
(13,9 – 8Hz) hingga gelombang Teta (7,9 – 4 Hz). Hal ini
membuktikan bahwa memang area Tuhan ada di bagian otak kanan kita.
Dimana imajinasi kita menjadi area dimensi 4 (dimensi Roh) bekerja.
Mari kita melihat Firman
Tuhan dalam Ibrani 10 :16 kembali: “Aku akan menaruh hukumKu di
dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka.”
Sekali lagi kitab Ibrani
menekankan, memperjelas hingga kedua kalinya, bahwa Tuhan
berkomunikasi dengan kita melalui ‘ akal budi’ atau ‘alam
imajinasi’ kita.
BERIMAJINASI
ROH JAHAT
Kalau kita tidak
menggunakan imajinasi kita untuk Tuhan, maka roh jahat akan
memanfaatkan imajinasi kita lebih banyak daripada imajinasi mengenai
kebenaran Tuhan. Contoh : kita lebih mudah membayangkan tuyul yang
kecil, pocong, dracula dan wujud setan-setan yang lain dimana di
bioskop-bioskop bahkan stasiun televisi selalu saja ada penayangkan
film-film setan. Mengapa? Karena pada dasarnya setan ingin
mempromosikan dirinya, bahwa dia memang ada dan nyata.
Firman Tuhan mengajar
kita agar : “ Memikirkan semua yang benar, semua yang mulia,
semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap
didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah
semuanya itu.”Filipi 4:8.
BERIMAJINASI
DUNIAWI
Membayangkan jadi kaya,
sukses, terkenal, menjadikan perasaan kita senang, bangga dan
termotivasi. Bahkan membayangkan percabulan dan perzinahan membuat
kita terangsang dan naik hawa nafsu dalam diri kita.
Rasul Paulus pernah
menegur jemaat Tuhan di Galatia dengan teguran yang sangat keras.
“Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapa yang telah mempesona
kamu? Bukankah Yesus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan
terang di depanmu?” Galatia 3:1.
Jemaat Galatia adalah
jemaat yang sudah percaya Tuhan tetapi salah dalam menggunakan
imajinasi mereka, lebih untuk hal-hal duniawi.
Yesus juga pernah mengur
keras penyalahgunaan imajinasi yang berakibat dosa. Tetapi Aku
berkata kepadamu:” Setiap orang yang memandang perempuan serta
menginginkannya sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.”
Matius 5:28.
Menginginkan dengan hati
adalah bentuk pelampiasan hawa nafsu melalui imajinasi kita. Karena
itu imajinasi kita adalah sebuah dunia maya dalam diri kita. Yesus
memperingati kita bahwa hukum dosa berlaku pada imajinasi kita yang
seharusnya menjadi ‘tempat atau area Allah bersemayam”.
“Sebab itu
siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu
seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu
penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan
jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama
seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis
: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” I Petrus 1 :13-16.
Rasul Petrus mengingatkan
agar kita mempersiapkan, menggunakan akal budia atau pikiran
imajinatif kita untuk bisa menerima ‘pernyataan Ilahi’,
‘mukjizat’, ‘ iman’ dan ‘karunia
Roh Kudus.’
Kekudusan menjadi syarat
mutlak bagi pikiran imajinatif kita. Karena disitulah Allah
meletakkan DiriNya.
Imanuel, Allah beserta
kita.
Sekarang kita tahu dimana
‘meeting point’ kita dengan Tuhan, yaitu di alam imajinasi kita
yang sudah dikuduskan oleh Darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal
telah mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai
persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani (alam
imajinasi) kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita
dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” Ibrani 9:14.
Mari kita antusias,
mempraktekkan doa dan saat teduh kita dengan aktivasi imajinasi kita
yang sudah dikuduskan oleh Darah Kristus. “Karena itu marilah kita
menghadap Allah dengan hati (alam imajinasi) yang tulus iklas dan
keyakinan iman yang teguh,oleh karena hati (alam imajinasi ) kita
telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah
dibasuh dengan air yang murni.”
Temui Tuhan setiap saat,
karena sekarang kita sudah tahu dimana Tuhan berada. Di dalam kita
sendiri, pada imajinasi kita.





0 komentar