Dalam kehidupan kita saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan tegnologi begitu pesat, membuat kita lebih condong berpatokan pada apa yang bisa kita lihat dan kita dengar. Tidak ada salahnya apabila kita mengikuti perkembangan ini, namun apa yang kita lihat dan dengar-dengar saat ini semua bersifat hiburan. yang membuat kita tidak memiliki kerinduan untuk mendengar dan mengenal siapa juruselamat kita. Dalam pembacaan kali ini kita melihatsatu contoh orang yang memiliki kerinduan akan keselamatan karena mendengar dan memiliki kerinduan untuk berubah.
Apabila kita membaca dari perikop-perikop sebelumnya, Tuhan sendirilah yang membawa kedua rasul ini ke Makedonia, Roh Yesus sendiri yang mencegah mereka yang saat melintasi Misia kemudian mencoba masuk ke Bitinia, peneguhan juga datang dari penglihatan Paulus tentang seseorang yang memanggil-manggil dari Makedonia. di Filipi, Paulus dan Silas ditangkap karena mengusir kuasa gelap dari seorang wanita yang memiliki roh tenung dengan tuduhan mengacaukan kota. Disinilah kita melihat seorang kepala penjara bertobat dan menerima Yesus sebagai Juruselamat. dua hal yang dimiliki oleh kepala penjara ini ialah kerinduan yang timbul karena mendengar dan memiliki kerinduan untuk berubah.
Yang pertama , kepala penjara ini telah mendengar cerita dari orang-orang tentang Paulus dan Silas yang mengusir roh tenung dari seorang wanita, pada Kis 16:17, hal inilah yang membuat kepala penjara memiliki kerinduan . semakin kita banyak mendengar tentang siapa pembawa keselamatan itu maka semakin kita akan memahami pribadi dari pembawa keselamatan t ersebut. Era globalisasi saat ini sangat menguji pendengaran kita, kita lebih percaya pada apa yang kita dengar di luar sehingga menimbulkan banyak gesekan. Apabila kita tidak menyaring dengan benar apa yang kita dengar maka lambat laun filter itu tidak akan berfungsi. MAri kita pertajam pendengaran kita akan Firman Tuhan. karen apendengaran yang tidak benar akan membuat kita ragu-ragu untuk melangkah.
Yang kedua, sebagai kepala penjara tentunya sudah banyak hal yang dia lewati, punya kekuasaan, terhormat, terpandang, disegani, dia bisa saja sombong dan berbuat semena-mena pada para tahanan. tapi semua itu diruntuhkan oleh sebuah perubahan. kerinduan untuk berubah dari kepala penjara ini begitu kuat sehingga ia bertanya kepada Saulus apa yang harus diperbuatnya agar selamat ( ayat 30). setiap masalah yang kita hadapi pasti akan ada solusinya dimulai karena sebuah perubahan. Kerendahan hati, menundukan diri, melepas eg, itulah perubahan yang harus kita lakukan.sebab seperti pepata yang mengatakan " Perubahan bukanlah sebuahperubahan apabila tidakterjadi perubahan" . dalam keluarga kita, jika ada perubahan kehidupankeluarga kita akan menjadi lebih baik, Tuhan Yesus memberkati.
Oleh : Pdt. Petrus Legowo
0 komentar