.
.
Kolose 3:23 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia

WAJAH CERIA SEORANG TUKANG BECAK

Diposting oleh toi Rabu, 16 Juli 2014

Kemaren Sore 16 juli 2014 saya pulang kantor sekitar pukul 16.15 WIB, saya pulang bersama teman saya,di perjalanan saya berpapasan dengan tukang becak yang selalu ceria dan menebar senyum, saya sungguh senang melihatnya.teringat saat saya ke  pasar ,di luar pasar, berjejer kendaraan roda tiga yang tidak bermesin. Becak, yang akan bekerja jika dikayuh oleh seseorang. Hari itu ada seorang tua dengan butiran-butiran keringat di dahinya sedang membersihkan becaknya di siang hari. Tidak lama kemudian ada seorang wanita muda  yang minta diantar ke suatu tempat yang cukup jauh.
Tukang becak tersebut tidak meminta harga yang tinggi walaupun jarak yang harus dia tempuh begitu jauh. Otot-ototnya mulai bekerja keras dan keringat mengucur deras dari dahinya. Tidak ada raut muka lelah, yang ada hanyalah senyuman.
Saat ditanya mengapa dia selalu tersenyum, tukang becak itu menjawab, “Aku selalu bersyukur dengan apa yang aku miliki. Terlebih lagi rasa syukur akan menggebu-nggebu ketika otot-otot kakiku ini mulai bekerja. Aku bersyukur atas apa yang aku dapatkan, itu sudah rejeki dan tanda bahwa Tuhan selalu memelihara hidupku.”

Mungkin saat ini kita adalah seorang karyawan suatu perusahaan, mahasiswa, Guru, polisi, Karyawan BUMN, atau memiliki profesi yang lain. Kita masih lebih beruntung dari tukang becak tersebut. Kita masih bisa mengakses internet, memiliki penghasilan tetap, dan tidak perlu kepanasan setia harinya. Bila seorang tukang becak mampu terseyum dan bersyukur atas kehidupannya, lalu bagaimana dengan kita?

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
(Filipi 4:6)
Tuhan memberkati :-)

0 komentar

Posting Komentar