Dalam s’gala perkara
Tuhan punya rencana
Yang lebih besar dari
Semua yang terpikirkan
Apapun yang Kau perbuat
Tak ada maksud jahat
S’bab itu kulakukan
Semua denganMu Tuhan
Reff:
Ku tak akan menyerah pada apapun juga
Sebelum ku coba, semua yang ku bisa
Tetapi kuberserah kepada kehendakMu
Hatiku percaya Tuhan punya rencana.
Maka aku akan memuji Allah dengan nyanyian,
mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur.
Kasih yang sempurna
telah kut'rima dari-Mu
bukan kar'na kebaikanku
hanya oleh kasih karunia-Mu
Kau pulihkan aku, layakkanku
'tuk dapat memanggil-Mu, Bapa
Reff:
Kau b'ri yang kupinta
saat kumencari, kumendapatkan
kuketuk pintu-Mu dan Kau bukakan
s'bab Kau Bapaku, Bapa yang kekal
Tak kan Kau biarkan
aku melangkah hanya sendirian
Kau selalu ada bagiku
s'bab Kau Bapaku, Bapa yang kekal
Ku ada di hati-Mu
ku dalam rencana-Mu
saat kesesakanku
Kau b'rikanku kekuatan baru
ku bersyukur, buat kasih-Mu
yang slalu baru s'tiap hari
ku bersyukur, buat kasih-Mu
yang tak pernah tinggalkanku,
Kau slalu ada bagiku
sungguh ku percaya pada-Mu
Kau slalu ada bagiku
sungguh Kau Bapaku yang baik.....
Kau Bapa yang mengasihiku, KuasaMu memulihkanku
Hati yang baru kau berikan, untuk ku dapat melihat
RencanaMu indah bagiku, Kau ada di stiap jalanku
hatiku haus dan lapar akan Engkau,,,
Kaulah segalanya, di dalam hidupku
KerajaanMu, KebenaranMu, itu bagianku
Kaulah yang kupandang selama hidupku
MengasihiMu, memuliakanMu, Bapa dan Rajaku...
Lord, with all my heart, I worship You
All I have within me, I give You praise
All that I adore is in You
Lord, I give You my heart
I give You my soul, I live for You alone
Every breath that I take, every moment I?m awake
Lord, have Your way in me
This is my desire to honor You
Lord, with all my heart, I worship You
All I have within me, I give You praise
All that I adore is in You
Lord, I give You my heart
I give You my soul, I live for You alone
Every breath that I take, every moment I?m awake
Lord, have Your way in me
And I will live
And I will live for You
And I will live
And I will live for You
Oh and I will live
And I will live
And I will live for You
Lord, I give You my heart
I give You my soul, I live for You alone
Every breath that I take, every moment I?m awake
Lord, have Your way in me
Have Your way
VERSE 1:
You know that,
I love you,
You know that,
I want to know you so much more,
More than I have before
VERSE 2:
These words are,
From my heart,
These words are,
Not made up,
I will live for you,
I am devoted to you,
PRE-CHORUS:
King of Majesty
I have one desire
Just to be with you my Lord,
Just to be with you my Lord,
CHORUS:
Jesus you are the Saviour of my soul
And forever and ever I'll give my praises to you,
REPEAT FROM THE TOP
verse 1
He's been good, He's been good
Through it all He's always there for me
God's been good for me
Come what may everything will be all right
I have known the Father's care for me
He's been good to me
Indonesian Version
verse 1Dia baik, Dia baik
Ku yakin Dia s'lalu sertaku
Dia baik bagiku
Semuanya mendatangkan kebaikan
Ku tahu Bapa p'liharaku
Dia baik bagiku
Kisah Para Rasul 16:33-34b
Kisah tentang seorang kepala penjara di Filipina yang menerima Yesus beserta seisi rumahnya, dapat memberi pelajaran kepada kita tentang bagaimana mengambil keputusan yang benar. Banyak diantara kita yang menyesal dengan keputusan yang pernah kita ambil di masa lalu. Hal ini yang membuat anak-anak Tuhan tidak bisa maksimal dalam apa yang mereka lakukan atau kerjakan. Keputusan yang mengandalkan Yesuslah yang harus kita teladani.
Kita melihat sebuah proses yang dialami oleh seorang kepala penjara yang hampir membunuh dirinya sendiri karena kehilangan pengharapan, pada saat terjadi gempa bumi dan pintu-pintu penjara terbuka sehingga para tawanan dapat melarikan diri. Namun karena Paulus dan Silas memandang kepala penjara ini sebagai jiwa yang harus diselamatkan di dalam Kristus, mereka tidak melarikan diri, namun mencegah kepala penjara ini yang hendak menikamkan pedang ke dirinya.
Firman Tuhan mengingatkan agar kita melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan kita. Keputusan kepala penjara ini mendatangkan sukacita besar sehingga dia menceritakan hal itu pada seisi keluarganya.
banyak diantara kita saat mengambil keputusan hanya melihat proses tanpa melihat akhir dari sebuah keputusan.Keputusan yang benar akan menghasilkan akhir yang baik juga. libatkan Tuhan dalam setiap keputusan kita.
Tuhan Yesus memberkati
Matius 28:1-10
28:1. Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
28:2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
28:3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.
28:4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
28:7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."(SABDA)
Kasih yang diberikan Tuhan tidak setengah-setengah tapi sempurna, tuntas sampai akhir. Yesus sempurna melakukan pekerjaanNya dan Tuhan mau kita juga melakukan tugas dan tanggung jawabNya dengan sempurna, tuntas sampai akhir sehingga kita menjadi contoh atau teladan bagi orang lain. Orang lain akan melihat kesempurnaan Yesus dalam hidup kita. kalau Yesus tidak menyelesaikan sampai tuntas, Dia tidak akan menjadi teladan bagi kita. sebagai orang tua jadilah orang tua yang sempurna dalam mendidik dan membesarkan anak. Tanggung jawab sebagai orang tua harus tetap ada dan harus tuntas. Anak terhadap orang tuapun harus sempurna dengan adanya relasi yang baik dengan orang tua. anak harus tetap menghargai dan menghormati orang tua sekalipun sudah menikah. begitu juga dalam pekerjaan kita, sebagai karyawan, sebagai pimpinan, bahkan sebagai mahasiswa, pelajar, marilah kita menjadi teladan bagi orang sekitar kita.
Yang kedua, Yesus bukan hanya sebagai pengamat, tetapi Dia adalah pelaku, dalam ayat 6: jadilah pelaku kasih bukan pengamat. jangan berat sebelah, jadilah pelaku yang benar-benar melakukan atau menerapkan kasih. banyak orang Kristen lebih banyak pintar berkata-kata tapi belum tentu bisa melakukan. Marilah kita menjadi orang Kristen yang melakukan kasih, jangan hanya menjadi pengamat atau hanya menjadi orang yang senang membicarakan kasih. untuk itu, mari kita melakukan tugas tanggung jawab kita dengan sungguh-sungguh, tidak setengah-setengah dan marilah kita menjadi pelaku kasih yang memperlihatkan Kristus dalam hidup kita.
Tuhan memberkati
by : Pdt. Albert Pandiangan HP.SH,MA
Dalam kehidupan kita saat ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan tegnologi begitu pesat, membuat kita lebih condong berpatokan pada apa yang bisa kita lihat dan kita dengar. Tidak ada salahnya apabila kita mengikuti perkembangan ini, namun apa yang kita lihat dan dengar-dengar saat ini semua bersifat hiburan. yang membuat kita tidak memiliki kerinduan untuk mendengar dan mengenal siapa juruselamat kita. Dalam pembacaan kali ini kita melihatsatu contoh orang yang memiliki kerinduan akan keselamatan karena mendengar dan memiliki kerinduan untuk berubah.
Apabila kita membaca dari perikop-perikop sebelumnya, Tuhan sendirilah yang membawa kedua rasul ini ke Makedonia, Roh Yesus sendiri yang mencegah mereka yang saat melintasi Misia kemudian mencoba masuk ke Bitinia, peneguhan juga datang dari penglihatan Paulus tentang seseorang yang memanggil-manggil dari Makedonia. di Filipi, Paulus dan Silas ditangkap karena mengusir kuasa gelap dari seorang wanita yang memiliki roh tenung dengan tuduhan mengacaukan kota. Disinilah kita melihat seorang kepala penjara bertobat dan menerima Yesus sebagai Juruselamat. dua hal yang dimiliki oleh kepala penjara ini ialah kerinduan yang timbul karena mendengar dan memiliki kerinduan untuk berubah.
Yang pertama , kepala penjara ini telah mendengar cerita dari orang-orang tentang Paulus dan Silas yang mengusir roh tenung dari seorang wanita, pada Kis 16:17, hal inilah yang membuat kepala penjara memiliki kerinduan . semakin kita banyak mendengar tentang siapa pembawa keselamatan itu maka semakin kita akan memahami pribadi dari pembawa keselamatan t ersebut. Era globalisasi saat ini sangat menguji pendengaran kita, kita lebih percaya pada apa yang kita dengar di luar sehingga menimbulkan banyak gesekan. Apabila kita tidak menyaring dengan benar apa yang kita dengar maka lambat laun filter itu tidak akan berfungsi. MAri kita pertajam pendengaran kita akan Firman Tuhan. karen apendengaran yang tidak benar akan membuat kita ragu-ragu untuk melangkah.
Yang kedua, sebagai kepala penjara tentunya sudah banyak hal yang dia lewati, punya kekuasaan, terhormat, terpandang, disegani, dia bisa saja sombong dan berbuat semena-mena pada para tahanan. tapi semua itu diruntuhkan oleh sebuah perubahan. kerinduan untuk berubah dari kepala penjara ini begitu kuat sehingga ia bertanya kepada Saulus apa yang harus diperbuatnya agar selamat ( ayat 30). setiap masalah yang kita hadapi pasti akan ada solusinya dimulai karena sebuah perubahan. Kerendahan hati, menundukan diri, melepas eg, itulah perubahan yang harus kita lakukan.sebab seperti pepata yang mengatakan " Perubahan bukanlah sebuahperubahan apabila tidakterjadi perubahan" . dalam keluarga kita, jika ada perubahan kehidupankeluarga kita akan menjadi lebih baik, Tuhan Yesus memberkati.
Oleh : Pdt. Petrus Legowo
Sebelum cermin ditemukan, manusia telah mempergunakan air dan logam tertentu untuk memantulkan wajah atau penampilan mereka. tujuannya agar dapat mengamati diri sendiri lalu mengadakan perbaikan yang diperlukan. semakin terang cermin yang dipakai, semakin jelas bayangan yang dipantulkannya.
Berikut adalah Ringkasan Khotbah 11 Mei 2014di Gereja GBI Serang.
Oleh : Pdt. Eben Haezar Aruan M.Th
Matius 24:13-35
Dalam pembacaan ini tertulis bahwa Yesus menampakkan diri pada dua orang murid yang sedang dalam perjalanan ke Emaus.Murid-murid dihampiri Yesus dalam keadaan bingung dan kesepian. Perempuan-perempuan menyampaikan kabar bahwa Yesus telah bangkit, tapi murid-murid tidak percaya karena waktu itu mereka hanya tau bahwa Dia adalah seorang Nabi yang diharapkan akan menjadi pemimpin yang akan mengusir tentara Romawi, namun saat itu Dia telah mati, telah tiada. Pada ayat 13-24, murid-murid mengalami masalah yang berat ketika Yesus mati. mereka sudah ditinggalkan Yesus dan mereka pula telah dituduh mengambil mayat Yesus. mereka sementara dilanda kesedihan yang berat dan ketika dua orang yang berjalan bersama Yesus pun tidak bisa menyadari kalau yang berjalan bersama mereka adalah Yesus sendiri. kesedihan yang berat, kebingungan yang besar menutup mata dan pikiran mereka akan kehadiran Yesus. Rasa duka dan kebingungan yang menimpa oleh karena kubur kosong dan mayat yang hilang membuat mata mereka tertutup. " persoalan sering menutup mata rohani kita. sehingga kadang kita berkataTuhan tidak ada". meskipun sudah ada yang menghibur dan menguatkan tapi tetap saja tidak percaya, persoalan menutup keyakinan iman kita akan kehadiran dan kuasa Tuhan.
ayat 25-27, Yesus menjelaskan tentang kitab suci kepada mereka dan ketika mereka mendengar itu hati mereka berkobar-kobar. hanya firman Tuhan yang dapat membuat hati kita berkobar-kobar. sebagus-bagusnya kata seseorang belum tentu bisa menghibur, menguatkan dan meneguhkan seseorang. Hati yang sudah mati hanya bisa dibangkitkan dengan firman Tuhan. makanya Pemazmur berkata Firman Tuhan adalah Pelita bagi kakiku dan Terang bagi jalanku. kemudian Yesus membuka mata mereka pada ayat 28-31, ketika mereka menerima firman Tuhan dan menerima perjamuan kudus, disitulah mereka melihat Tuhan. dalam penderitaan apapun atau dalam situasi apapun Tuhan hadir untuk menunjukkan belas kasihanNya. belas kasihan Tuhan dibutuhkan oleh semua orang tanpa kecuali. Mereka yang berdosapun butuh sabda Allah, jangan mengucilkan, mencerca orang yang jatuh dalam dosa, sampaikan firman Tuhan bagi mereka. Amin
Tuhan memberkati :)
“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.” Yehezkiel 36:26
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.
Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.” Maz 91:14-16
Berubah dari pribadi yang lama menjadi pribadi yang baru, berubah dari orang yang mengandalkan diri sendiri menjadi mengandalkan Tuhan, berubah dari keluarga yang lama menjadi keluarga yang diperbaharui. Berubah terus menerus menjadi lebih baik dan berkenan kepada Tuhan dengan akal budi, itulah yang diinginkan olehNya. Jangan kita lupakan, perubahan itu sendiri adalah proses yang abadi sampai kita nanti “berhenti“ karena kematian dan kekekalan sudah tiba dalam perjalanan hidup kita.
Terang, yang bersumber dari hubungan kita dengan Tuhan, itu terungkap melalui hubungan pribadi dengan sesama. Di mana pun kita ditempatkan, kita ditetapkan untuk menjadi pribadi yang membawa terang. Salah satu tindakan praktis sebagai wujud menjadi terang adalah hidup menjadi teladan dalam perbuatan baik, dalam sikap hidup yang terhormat, dan dalam perkataan yang membangun. Untuk menopangnya, kita menumbuhkembangkan hubungan dengan Tuhan: terus belajar firman Tuhan, belajar menjadi pelaku firman, dan melayani Tuhan. Dalam keadaan apa pun kita berupaya untuk memahami firman Tuhan dan menerapkannya dalam hidup kita.
DI DALAM DAN MELALUI KEHIDUPAN KITA
LUKAS 15:11-24
Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh . Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya , katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh , ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan . Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
BY: PDT ALBERT PANDIANGAN, SH.,MA ( Minggu 1 Juni 2014 )
Dalam pembacaan ini menceritakan tentang anak muda yang memboroskan harta warisan, hidup berfoya-foya. kita melihat tahapan-tahapan perjalanan dari seorang anak bungsu ini, pada ayat 12 menunjukkan mentalita seorang anak muda yang tidak stabil. ia tergesa-gesa untuk meminta warisannya dan pergi jauh dari rumah. Anak bungsu yang terburu-buru mengambil keputusan tanpa ada kesiapan mental. anak muda ini belum siap untuk mandiri tapi bersikeras untuk hidup sendiri jauh dari keluarganya. Tanpa memikirkan resiko apa yang akan terjadi dari keputusannya. kemudian pada ayat 13 ia hidup berfoya-foya atau menghabiskan uang, ini juga disebabkan karena mentalitas yang labil. Ia langsung memboroskan hartanya, uangnya, untuk mendapatkan kesenangan duniawi. ayat 14-16 mencatat tentang resiko dari keputusan untuk menghabiskan hartanya. kehancuran dan keterpurukan dialami anak muda ini karena hidup yang berfoya-foya tanpa memikirkan masa depan. Ia mulai membanding-bandingkan keadaannya sekarang dengan yang dahulu sewaktu masih di rumah bapanya (ayat 17-19). Ia merindukan rumah bapanya, merindukan suasana keluarga di rumahnya. setelah ia sadar akan kesalahannya, iapun membuat keputusan terpenting yaitu kembali ke rumah bapanya ( ayat 20 a). ketika keputusan yang sebelumnya kita ambil itu salah dan mendatangkan resiko yang berat, buatlah keputusan yang lebih penting yaitu kembali kepada Bapa. saat anak bungsu ini kembali, ayat 20b - 24 memberi kesaksian bahwa ia mengalami pembaharuan di rumah bapa. bapanya menerima anak bungsu ini dengan sukacita, tanpa melihat kesalahan- kesalahan yang lalu, dengan tidak mengungkit-ngungkit lagi masa lalu-lalunya. yakinlah kita akan mendapat pembaharuan dalam hidup kita saat kita kembali kepada Bapa.
Nilai-nilai dalam kisah ini yang pertama ialah sifat Bapa kepada anaknya tidak berubah, yaitu kasih bapa. kita harus meneladani sifat bapa yang penuh dengan kasih. sekalipun kesalahan kita fatal, kasih tetap besar dan tidak akan berubah. yang kedua, bapa yang tersakiti tetap mencintai anaknya yang terhilang . kasih yang kekal tak menghendaki seorangpun binasa, kasih bapa lebih besar dari pelanggaran-pelanggaran kita. untuk itu mari kita syukuri kasih Tuhan dengan tidak mengulangi pelanggaran-pelanggaran kita.
Tuhan memberkati
Hanya itu kerinduanku,, Menyenangkan-Mu senangkanMu, hanya itu kerinduanku,
menyenangkan-Mu senangkan-Mu, hanya itu kerinduanku.
Ku datang ya Bapa dalam kerinduan,
memandang keindahanMu,
kuberikan s'galanya semuanya yang ada,
ku ingin menyenangkan hatiMu oh Tuhan,,
Jadikan aku indah,
yang Kau pandang mulia,
seturut karyaMu di dalam hidupku
ajar ku berharap,,
hanya kepadaMu,,
taat dan setia, kepadaMu Tuhan.
But the fruit of the Spirit is love, joy, peace, longsuffering, gentleness, goodness, faith, Meekness, temperance: against such there is no law.
And they that are Christ's have crucified the flesh with the affections and lusts.
If we live in the Spirit, let us also walk in the Spirit.
Indah Aritonang





